Selasa, 26 Mei 2015

Affermative and Negative Agreement

Agreeing and disagreeing

When people speak together, they often agree, or disagree about things. For example:
  • My father likes volleyball and I like football.
  • My father is tired and I am tired.
  • My father doesn't like cheese amd I don't like cheese.
  • My father is not patient, and I am not patient.

Things that are true for us

When we speak about these things, it is possible that I want to explain that the things that are true for my father are also true, or not true, for me.
Below are some of the ways we can do this:

So + Neither (with be and do)
We use so and neither (or not either) when we want to agree that something which is true for another person is also true for us.

We use 'so' to agree with positive statements and 'neither' (or 'not either') to agree with negative statements. If the main verb in the statement is 'be', we use 'be' in the response, but for all other verbs, we use 'do' in the response. If the statement uses a modal verb (such as can, would, will, etc) we use the same modal in our response.

Form:
So + verb + subject (to agree with positive statements)
Neither + verb + subject (to agree with negative statements)

Examples
  • My father says: "I like football."
    My response is: "So do I."
  • My father says: "I'm tired."
    My response is: "So am I."
  • My father says: "I don't like cheese."
    My response is: "Neither do I."
  • My father says: "I am not very patient with other people."
    My response is: "Neither an I."
  • My father says: "I would like a beer!"
    My response is: "So would I."
  • My father says: "I can't swim very well."
    My response is: "Neither can I."

Things that aren't true for us

We use the verb 'be' or the auxiliary verb 'do' without 'so' or 'neither' when we want to say that what is true for another person is not true for us.
In the examples below, John makes a statement but Simon does not agree with him.
  • John says: "Im tired."
    Simon replies: "I'm not."
  • John says: "I'm not sleepy."
    Simon replies: "I am."
  • John says: "I like mushrooms."
    Simon says: "I don't."
  • John and his wife say: "We don't like art."
    Simon and his wife reply: "We do."

NS : http://www.insegnanti-inglese.com/grammar-1/affirmatives.html

TOEFL

Nama : Nandin Hasana
NPM : 25212244
Kelas : 3EB10

TOEFL (Test OF A Foreign Language) is a test that measures your English reading, listening, writing and speaking skills. If you want to study abroad that are used by universities to students accepted. I have several ways to solve a written test on the TOEFL test of my college professor named Ms Wati Purnama.  
Here are 3 steps to setences:1. First, you must analyze the verb of setences. Then you can put the subject, verb, object and complement (if any).2. Look complementary to time adverbs in sentences so that you will know tenses.3. Determine the subject for singular or plural noun then you can solve the verb if false in sentences. 
Example:Jakarta has a lot of big mallstep 1verb is a word used to describe an action and to-be can also be a verbso also is a verbJakarta has a lot of big mall
             P

Jakarta has a lot of big mall     S      P            Ostep 2If there are no instructions for the adverb of time so that we can see whether it is the simple present tense.step 3You can see Jakarta as a subject in setences so that you can determine it is a singular noun in the singular noun then we have to use the verb "have" to this sentence.There are a few tips for you to solve sentences hope it can make you have a better score on your TOEFL test.

Rabu, 19 November 2014

Analisis Softskill yang dibutuhkan Manajer

No.Karakter ManajerTotal ScoreTotalRanking Keseluruhan
12345678910
1129221111292481
212382121292402
32143652222291634
41188452291585
5995212292073
612276263291148
713155734291119
814554462910210
9221335256291346
1032136743291247
Keterangan mengenai tabel Karakter Manajer:
  1. Integritas
  2. Disiplin
  3. Independen/mandiri
  4. Tegas
  5. Bertanggung jawab
  6. Kreatif
  7. Mampu bekerja sama
  8. Daya analisis
  9. Kemampuan interpersonal
  10. Kemampuan berorganisasi
Analisis : Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa karakter Manajer dengan peringkat nomor 1 adalah integritas, nomor 2 disiplin, nomor 3 Bertanggung Jawab, nomor 4 Independen / Mandiri, nomor 5 Tegas, nomor 6 Kemampuan Interpersonal, npmor 7 Kemampuan Berorganisasi, nomor 8 Kreatif, nomor 9 Mampu Bekerja sama, nomor 10 Daya analisis. Hasil analisis ini diambil dari Sampel menurut pendapat kelas 3EB10.

Tanggapan Manajemen Perusahaan Bank & Asuransi Pemberlakuan Iuran oleh OJK

Industri perbankan memulai 2014 dengan kabar adanya ketentuan iuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini menjadi pengawas baru menggantikan Bank Indonesia (BI). Perbankan akan diwajibkan menyetor iuran sebesar 0,03% dari aset perseroan mulai tahun ini. 

Besaran iuran tersebut rencananya akan kembali dinaikkan menjadi 0,04% dari aset pada 2015.

Ketentuan iuran OJK bagi kalangan perbankan tersebut terjadi di tengah kondisi global yang mulai menata kembali perekonomiannya. 

Menanggapi ketentuan baru tersebut, Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengatakan, perusahaan siap mengikuti aturan iuran perbankan sebesar 0,03%. "Kami kan memang harus membayar. Jadi tidak ada kata membebani," ucap dia usai menghadiri Temu Wicara di kantor OJK, Jakarta, Kamis (2/1/2013).

Pendapat serupa dilontarkan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk, Pahala Mansyuri. Dia menganggap, kewajiban iuran ini tidak akan membebani biaya operasional perseroan. Meski diakui, beban operasional perusahaan memang akan sedikit mengalami peningkatan. 

"Tapi mudah-mudahan tidak akan sampai membebani nasabah," kata dia.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Ahmad Baiquni menilai, iuran 0,03% masih relatif kecil. "Itu kewajiban, tidak ada masalah buat kami. Nilainya tidak seberapa, kecil lah," pungkasnya.

Sekadar informasi, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan Peraturan Pemerintah terkait ketentuan iuran OJK tersebut sudah dibahas bersama dengan Kementerian Lembaga (K/L) terkait. "Kami juga sudah rapat dengan sekretariat negara dalam membahas pemasalahan iuran ini, namun kami tunggu saja persetujuan ini dari pak Presiden SBY," ujarnya. 

Rahmat menegaskan, penarikan iuran sebesar 0,03% takkan berlaku untuk industri perbankan saja. Seluruh industri jasa keuangan nantinya akan dikenakan ketentuan serupa. 

"Untuk penarikannya kami lakukan secara bertahap, tahap awal sebesar 0,03% dulu untuk perbankan, nanti ada penarikan yang bergantian," tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah mensosialisasikan penetapan iuran itu kepada seluruh industri keuangan. Menurut Rahmat, pelaku industri keuangan merespon positif dan memberi dukungan penuh bagi penetapan iuran tersebut. (Yas/Shd)

Dampak Peristiwa Politik terhadap Nilai Kurs dan IHSG

Nilai tukar rupiah di pasar uang menguat 170 poin seiring respons positif pasar terhadap perkembangan politik di tanah air setelah presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertemu pimpinan Koalisi Merah Putih (KMP) Prabowo Subianto yang menjadi rivalnya dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Ini merupakan pertemuan pertama mereka setelah Pilpres lalu.

Rupiah ditransaksikan pada 12.090 per dolar AS, jauh lebih baik dibanding posisi sebelumnya yang mencapai 12.260 per dolar AS. "Sentimen positif didominasi dari dalam negeri, kondisi politik sebelumnya yang memanas sudah mulai kondusif. Adanya pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto membuat psikologis investor yakin kedepannya terhadap pasar investasi," kata analis dari Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, di Jakarta Jumat (17/10). Namun menurut kurs tengah Bank Indonesia rupiah masih berada pada 12.222 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melonjak 77,332 poin ke level 5028,946 setelah ada sentimen positif dari dalam negeri. Bahkan mengawali perdagangan kemarin pagi, IHSG naik tipis 6,565 poin (0,13%) ke level 4.958,179 di tengah melemahnya bursa-bursa regional. Aksi beli investor domestik menahan IHSG di zona hijau.

Lukman mengatakan pekan depan, susunan kabinet pemerintahan baru akan kembali menjadi perhatian pelaku pasar keuangan di dalam negeri. Diharapkan, kabinet pemerintahan baru nanti diisi oleh sosok yang sesuai dengan kemampuannya.

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa sentimen politik ini hanya bersifat sementara, pelaku pasar juga harus mencermati kondisi ekonomi global yang cenderung melambat."Melambatnya perekonomian global tentu akan berdampak juga pada Indonesia," ucapnya.

Tetapi David Sumual, ekonom BCA mengatakan perkembangan politik akhir-akhir ini memang membawa angin segar bagi para pelaku pasar. "Pak Jokowi sudah bertemu dengan Pak Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar), dan pimpinan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Sekarang bertemu dengan Pak Prabowo. Ini tentu sangat baik," paparnya.

Beberapa waktu lalu, lanjut David, investor sempat cemas dengan masa depan pemerintahan Jokowi. Pasalnya, parlemen didominasi oleh oposisi KMP sehingga dikhawatirkan bisa menghambat program-program pemerintah. Namun kekhawatiran ini sedikit pudar kala Jokowi menemui sejumlah tokoh dari KMP. "Checks and balances memang penting. Namun kerja sama antara pemerintah dan DPR juga penting," katanya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengakui adanya pengaruh kondusifitas politik terhadap para investor meskipun tidak terlalu besar."Ada memang pengaruhnya," ungkapnya.

Chatib melihat penguatan rupiah lebih dikarenakan faktor global, karena pada saat yang sama juga terjadi penguatan pada nilai tukar mata uang Brazil, India, Afrika Selatan dan Turki."Tapi ini kan kalau dilihat global memang dalam tren seperti itu," sebutnya.

Menurutnya, pelaku pasar tetap akan berorientasi pada keuntungan. Chatib tidak melihat ada pelau pasar yang seperti aktivis."Market itu sederhana. Jangan harapkan pasar itu jadi aktivis, logikanya profit," kata Chatib.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menambahkan pelantikan Jokowi pecan depan akan memberikan sentimen lebih positif terhadap pasar uang. "Kalau secara umum di beberapa negara yang presiden terpilihnya baru, memberikan pesan melanjutkan reformasi struktural dan dampaknya bagus. Kita harapkan Indonesia juga demikian," katanya.

Agus mengakui sejak awal pekan ini rupiah terus tertekan, salah satu faktornya adalah dana asing yang mengalir keluar gara-gara sentimen negatif dari pasar global. Rencana The Federal Reserve (The Fed) menaikkan tingkat suku bunga acuan memberi sentimen negatif.

Pelaku pasar global juga khawatir ekonomi dunia melambat dan kinerja perusahaan internasional menjadi kurang baik. Hal ini yang memicu arus dana asing keluar dari Indonesia.

"Kemarin ada rupiah melemah itu banyak faktor. Dari kondisi perkembangan di luar negeri yang masih masih risk on risk off kita melihat di AS mempunyai perkembangan yang langsung berdampak pada negara-negara dunia termasuk negara berkembang, termasuk Indonesia," ujarnya.

Selain itu, kata Agus, ada juga faktor dalam negeri seperti inflasi dan neraca transaksi berjalan ditambah perkembangan politik yang sempat memanas. "Kalau perkembangan politik Indonesia yang diamati adalah tentang adanya presiden baru, bagaimana sikap presiden yang baru ini terhadap fiskal yang perlu dapat perhatian dan juga bagaimana tindak lanjut yang akan dilakukan pemeirntahan baru yaitu susunan kabinetnya," ujarnya.

Pelaku pasar juga masih menunggu apakah pemerintahan baru bisa melanjutkan reformasi strukturalnya dan mengarah kepada ekonomi yang kuat dan berkesinambungan"Kami meyakini pemerintah yang baru perlu merespons hal ini," jelasnya.
Sumber:
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/10/18/123997/rupiah-dan-ihsg-langsung-menguat/#.VG1U2YuUdXE